Senin, 09 Desember 2013

[agromania] Petani Maluku Senang, Harga Komoditas Perkebunan Naik

Pusat Agromania | Pusat jual beli produk agro, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dll: [agromania] Petani Maluku Senang, Harga Komoditas Perkebunan Naik -  

Harga komoditas perkebunan asal Provinsi Maluku yakni cengkeh, biji pala, fuli, cokelat bergerak naik dan membuat senang para petani di daerah ini.

 

Hasil pantauan di Ambon, Rabu (9/10/2013), di sejumlah lokasi tempat transaksi jual beli komoditas ekspor Maluku ini para pedagang pengumpul menaikan harga beli dari para petani.

 

Harga cengkeh yang mencapai Rp127.000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp125.000/kg. Harga biji pala bundar juga naik dari Rp60.000 menjadi Rp85.000/kg, fuli Rp100.000 menjadi Rp115.000/kg, cokelat Rp20.000/kg dan kopra Rp5.000/kg.

 

Tu Go pedagang pengumpul ketika dikonfirmasi mengakui kalau terjadi kenaikan harga cengkeh saat ini di Surabaya.

 

"Pekan lalu kami masih membeli cengkeh dengan harga Rp125.000/kg, namun di Surabaya sekarang ini terjadi perubahan harga maka di Ambon juga dinaikan dari Rp125.000 menjadi Rp127.000/kg," ujarnya.

 

Saat ini, lanjutnya, di Pulau Ambon dan Pulau Buru memasuki masa panen cengkeh yang cukup banyak, bahkan di Pulau Buru banyak petani yang sudah mulai mengalihkan perhatiannya untuk memanen cengkeh.

 

Diana, istri petani asal Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang ditemui seusai menjual 15 kilo gram cengkeh di toko Roda mas mengatakan, sangat senang, sebab walaupun sekarang ini musim panen tetapi harga cengkeh malahan terus bergerak naik.

 

Biasanya kalau musim cengkeh harga sudah pasti turun, tetapi setelah menjual 15 kg tadi ternyata pemilik toko membayar Rp1.905.000, itu berarti satu kilo gram Rp127.000, kata Diana.

 

Yuly Lesnusa, petani asal Desa Mepa, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, mengatakan harga cengkeh yang ditawarkan para pengumpul di desa tersebut mencapai Rp123.000/kg membuat banyak petani langsung menjual hasil panennya tanpa menjemur lagi seperti biasanya tetapi langsung menjual.

 

"Harga cengkeh yang masih mentah (belum dijemur) di jual dengan harga Rp8.000/cupa (ukuran kaleng susu kental manis, 390 gr),' ujarnya.

 

Memang menjual cengkeh hasil panen yang masih mentah ada ruginya juga, lanjutnya, tetapi kebanyakan petani memanfaatkan harga cengkeh yang masih membaik ini untuk meraup keuntungan, sebab ini kesempatan.

 

"Cengkeh masih banyak yang belum dipanen, bahkan ada petani yang sedang mencari orang untuk menyewa guna memanen, belum lagi kalau hujan turtun mau dijemur dimana, karena itu banyak petani memanfaatkan kesempatan dimana para pengumpul juga membeli cengkeh yang masih mentah (belum di jemur)," katanya.  (ant/bm 10).

 

SUMBER: http://www.beritamaluku.com

 

========> ********** <========

BURSA AGROSUKSES

Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro

Isi Formulir di http://www.jualbelikomoditi.com

SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9

========> ********** <========

KLUB: http://www.agrosukses.com

DATA: http://www.direktoriagrobisnis.com

EBOOK: http://www.agrodirektori.com

MILIS: http://bit.ly/bQX5lK

GABUNG: http://www.agropremium.com

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
PASAR ONLINE AGROBISNIS
http://www.agrosukses.com
.

__,_._,___

=== IKLAN HERBAL ===

.:: Kunjungi Pusat Promo Herbal Reaksi Cepat ::.

http://herbalreaksicepat.cu.cc
http://kiosxamthon.blogspot.com
http://pusatredpropolis.blogspot.com


Tidak ada komentar :

Posting Komentar