Rabu, 27 November 2013

[agromania] Cara Budidaya Ayam Ras Pedaging

Pusat Agromania | Pusat jual beli produk agro, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dll: [agromania] Cara Budidaya Ayam Ras Pedaging -  

Cara Budidaya Ayam Ras Pedaging

INFO: http://www.agrosukses.com

 

 

 

1. SEJARAH SINGKAT

 

   Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan

   hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas

   tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini

   baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan

   mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu

   semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal

   masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu

   sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan

   menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang

   bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

 

 

2. SENTRA PERIKANAN

 

   Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha

   ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi

 

 

3. JENIS

 

   Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar

   dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab

   semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.

   Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau

   sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara,

   peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di

   Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di

 

     pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline,

     Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres,

     Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross,

     Marshall"m", Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

 

 

4.   MANFAAT

 

     Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:

     1) penyediaan kebutuhan protein hewani

     2) pengisi waktu luang dimasa pensiun

     3) pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja

     4) tabungan di hari tua

     5) mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)

 

 

5. PERSYARATAN LOKASI

 

     1) Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.

     2) Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.

     3) Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh

        keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.

 

 

6.   PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

 

     Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga)

     unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding

     (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

 

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

 

     1) Perkandangan

 

        Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi:

        persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C, kelembaban

        berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan

        aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan

        tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan

        dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan

        memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan

        memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa

        dengan kandang postal atapun kandang bateray.

 

        Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang

        penting kuat, bersih dan tahan lama.

 

 

     2) Peralatan

 

       a. Litter (alas lantai)

           Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang

           bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal

           litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam

           dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu

           dengan panjang antara 3­5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

 

       b. Indukan atau brooder

           Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3

           m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang

           menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.

 

       c. Tempat bertengger (bila perlu)

           Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan

           diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar.

           Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari

           tempat bertelur.

 

       d. Tempat makan, minum dan tempat grit

           Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu,

           almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat.

           Untuk tempat grit dengan kotak khusus

 

       e. Alat-alat rutin

           Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting

           operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.

 

6.2. Pembibitan

 

     Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

     a) ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya

     b) pertumbuhan dan perkembangannya normal

     c) ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.

     d) tidak ada lekatan tinja di duburnya.

 

     1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk

 

        Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old

        Chicken)/ayam umur sehari:

       a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

       b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .

       c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.

       d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.

       e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.

 

 

        f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.

 

     2) Perawatan Bibit dan Calon Induk

 

        Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera

        diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk

        Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah

        yang bersangkutan.

 

6.3. Pemeliharaan

 

     1) Pemberian Pakan dan Minuman

 

        Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter

        (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

 

        a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:

           - kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%,

             lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%,

             ME 2800-3500 Kcal.

           - kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu

             minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua

             (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66

             gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.

             Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4

             minggu sebesar 1.520 gram.

 

        b. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:

           - kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%;

             lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%

             dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.

           - kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:

             minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut

             37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146

             gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.

             Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829

             gram.

 

        Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan

        dalam 2 (dua) fase yaitu:

 

        a. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada

           masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100

           ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21

           hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.

           Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah

           sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama

          hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air

          minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

 

       b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing

          minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6

          (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7

          liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi

          total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

 

    2) Pemeliharaan Kandang

 

       Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan

       usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga

       yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada

       ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry

       shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka

       bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu

       dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera

       disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa

       maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang

       dipelihara.

 

 

7.  HAMA DAN PENYAKIT

 

7.1. Penyakit

 

    1) Berak darah (Coccidiosis)

       Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi,

       bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan

       lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule

       diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air

       minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.

 

    2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)

       Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu,

       mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang

       spesifik adanya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu

       dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan

       peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang

       mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu

       masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta

       melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

 

 

7.2. Hama

 

     1) Tungau (kutuan)

        Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu

        karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus. Pengendalian: (1)

        sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit

        dengan yang sehat; (2) dengan menggunakan karbonat sevin dengan

        konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan

        menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan

        dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau

        pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti

        Nocotine sulfat atau Black leaf 40.

 

 

8.   PANEN

 

8.1. Hasil Utama

 

     Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging

     ayam

 

8.2. Hasil Tambahan

 

     Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran

     kandang dan bulu ayam.

 

 

9.   PASCAPANEN

 

9.1. Stoving

 

     Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di

     kandang penampungan (Houlding Ground)

 

9.2. Pemotongan

 

     Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar

     keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini

     agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.

 

9.3. Pengulitan atau Pencabutan Bulu

 

     Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7-

     54,4 derajat C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang

     halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api

     biru.

 

 

9.4. Pengeluaran Jeroan

 

     Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela)

     dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap

     dimasak dalam kemasan terpisah.

 

9.5. Pemotongan Karkas

 

     Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah

     semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki

     ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan

     dikemas.

 

 

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

 

10.1.Analisis Usaha Budidaya

 

     Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh

     dalam analisis ini, antara lain adalah:

     a) jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari

        strain CP.707.

     b) sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang

        model postal

     c) luas tanah yang digunakan yaitu 200 m2 dengan nilai harga sewa tanah

        dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.

     d) kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari

        bilah-bilah bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata

        yang plester dan atap menggunakan genting.

     e) ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan

        lebar bagian tepi kandang 1,5 m.

     f) lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.

     g) menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.

     h) penerangan dengan lampu listrik.

     i) umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari

     j) litter/alas kandang menggunakan sekam padi.

     k) jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu

        dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.

     l) tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.

     m)lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).

     n) berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat

        panen.

     o. harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran

        harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.

     p) ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.

 

 

q) nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.

r) bunga Bank yaitu 1,5%/bulan

s) nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6

   tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5

   tahun.

t) perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar,

   karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

 

 

11. DAFTAR PUSTAKA

 

     1) Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar

        Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.

     2) Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras

        Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.

 

 

Sumber: Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

 

 

REKOMENDASI UNTUK BISNIS ANDA:

Data Lengkap Terbaru: http://www.agrosukses.com

Daftarkan Bisnis Anda: http://www.direktoriagrobisnis.com

Daftarkan Penawaran Bisnis: http://www.jualbelikomoditi.com

Gabung Anggota Premium: http://www.agropremium.com

Daftarkan Kerjasama: http://bit.ly/HCxPN1

Gabung di Milis: http://bit.ly/bQX5lK

Penghasilan Baru: http://www.agrodirektori.com

 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
PASAR ONLINE AGROBISNIS
http://www.agrosukses.com
.

__,_._,___

=== IKLAN HERBAL ===

.:: Kunjungi Pusat Promo Herbal Reaksi Cepat ::.

http://herbalreaksicepat.cu.cc
http://kiosxamthon.blogspot.com
http://pusatredpropolis.blogspot.com


Tidak ada komentar :

Posting Komentar