Pertanyaan yang menarik untuk dikaji adalah, mengapa petani kakao tidak sejahtera meskipun permintaan biji kakao tidak pernah surut?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mencoba membuat perhitungan sederhana untuk menghitung HPP dari biji kakao petani. Misalnya saja kita asumsikan luasan lahan petani adalah 1 ha.
Petani melakukan pemupukan sehingga bisa diperoleh produksi hingga 700 kg/ha/tahun. Misalnya pupuk yang digunakan adalah Triple 16 yang banyak di pasaran dengan harga Rp. 6.500,- dengan kebutuhan 200 gram per tanaman, atau setara 200 kg/ ha.
Salah satu hal yang tidak perhitungkan petani adalah biaya tenaga kerja, karena ia menganggap bahwa wajar "bekerja untuk kebunnya sendiri". Apa yang ia perhitungkan hanya biaya pembelian pupuk. Sehingga cost yang dikeluarkan selama setahun sepertinya cukup kecil.
Padahal, mengingat kebunnya adalah "sangkutan untuk hidup", seharusnya petani memperhitungkan biaya upah, yang tidak lain biaya yang dibutuhkan petani untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.
Misalnya saja kita tetapkan biaya hidup petani setiap bulannya berdasarkan UMP (Upah Minimum Propinsi) Sutra Rp. 1.125.000,- anggaplah kita bulatkan menjadi Rp. 1.300.000,- per bulan. Atau standar pendapatan untuk bisa hidup cukup.
Maka biaya yang dikeluarkan petani selama tahun adalah
Baca selanjutnya di http://www.yansulaeman.com/
__._,_.___
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
tempat masang togel:
http://www.galaxytoto.com/?referralmember=jpmurni
tempat masang bola sbobet / ibc :
http://www.galaxybola.com/
tempat main mickey mouse :
http://www.bolaketangkasan.com/
TERIMA KASIH
http://www.galaxytoto.com/?referralmember=jpmurni
tempat masang bola sbobet / ibc :
http://www.galaxybola.com/
tempat main mickey mouse :
http://www.bolaketangkasan.com/
TERIMA KASIH
MARKETPLACE
.
__,_._,___
=== IKLAN HERBAL ===
.:: Kunjungi Pusat Promo Herbal Reaksi Cepat ::.
http://herbalreaksicepat.cu.cc
http://kiosxamthon.blogspot.com
http://pusatredpropolis.blogspot.com
Tidak ada komentar :
Posting Komentar